What's Love, Exactly? A Love Indicator

Untuk permulaan, tanyakan ini ke diri kita masing-masing,
"Apa itu CINTA?"
"Darimana kita tahu kalau itu CINTA?" as Elle sang, how does she knows you love her? How does she knows, It's LOVE?!
"Apa indikator CINTA?"
"Darimana kita tahu kita mencintai dan dicintai dengan benar?"
Karena jawabannya akan beda-beda buat setiap orang.


Banyak orang yang beranggapan cinta itu sebuah emosi nyata. Well actually, mungkin ini terlalu logika buat orang-orang yang percaya kalau cinta adalah sebuah keajaiban. Tapi apa yang biasanya orang-orang anggap sebagai cinta: Jantung berdegup; salting; merasa nyaman; butterflies feeling, itu lebih dipengaruhi oleh hormon yang dihasilkan oleh otak yang dihasilkan karena adanya rangsangan dari pikiran sendiri.
Jadi, apakah 'gejala cinta' yang kita pikir adalah bukti cinta itu bisa disebut 'CINTA' ketika sebenarnya yang memunculkan gejalanya sendiri adalah diri kita sendiri alias proses kognitif kita sendiri?

Manusia >>> Merasa dicintai >>> Proses kognitif & mental di otak >>> Ekskresi hormon >>> Gejala cinta >>> Kesimpulan, "I'm in love and I am loved"

Proses ini juga menjelaskan fenomena "Cinta Bertepuk Sebelah Tangan" dan "PHP: Pemberi Harapan Palsu". It's not them, It's you.

Akan ada orang yang menganggap kalau cinta itu bayak bentuknya dan beda-beda buat setiap orang. Betul! Tapi itu juga cenderung dilakukan oleh orang-orang yang nggak tahu nama dari gejala yang mereka alami. Mereka ngga tau istilah dari kebingungan emosional dan fisikal yang mereka rasakan, lalu pada akhirnya mereka memilih untuk mendefinisikannya sebagai cinta, konsep paling abstrak yang berhasil di-branding dengan indah, dramatis, romantis, dan nyaris ajaib sama para produser film. 

Cinta itu ditandai dengan cemburu. Bukan. Itu perasaan memiliki yang dimotivasi oleh tendensi kecemasan dan perasaan rendah diri.
Aku suka banget pikirannya! Itu kagum, itu bagian dari ketertarikan. Kamu bisa kagum sama isi kepala orang, tapi ngga berarti kamu mau menghabiskan sisa hidup sampai selamanya sama orang itu kan? Ketertarikan ini banyak bentuknya, bisa ke fisik, status, pikiran, and many more.
Dia yang bisa ngerti aku dan peduli sama aku. Cuma dia? Dirimu sendiri ngga kaya gitu ke kamu sendiri? Ya masa sama diri sendiri, mengenaskan! That's it! It's more like validation for you. Kamu bukan cinta atau dicintai sama dia, tapi kebutuhanmu untuk merasa eksis, penting, dihargai, terpenuhi. 
Dia ngusahain aku. Because they're obsessed. Kalian berdua cuma enjoy the chase. Kalo obsesi, yang seru kejar-kejarannya aja. Begitu udah dapat, bingung, "Habis ini mau ngapain ya?" Karena tujuannya udah tercapai.
Dia bikin aku merasa aman. Itu bukan cinta. Itu perasaan aman.
Aku bisa ngandalin dia. Itu namanya rasa percaya. 

Tapikan itu semua namanya cinta!
Nggak salah, sih. Orang yang kamu cintai akan dapat itu semua dari kamu, dan kamu akan dapat SEMUANYA dari orang yang mencintai kamu, sebagai satu kesatuan dan dengan takaran yang pas. Nggak lebih, nggak kurang. Kenapa? Karena orang yang mencintai akan membuat orang yang dicintai jadi versi terbaik dirinya yang dicintai oleh dirinya sendiri. 
Paham nggak sih?
Simpelnya, dari mana kita tahu mana orang yang cinta sama kita dan kita cintai atau layak kita cintai balik?
Ofc, cari aja mana orang yang bikin kamu menjadi versi dirimu yang terbaik. Ngga cuma termotivasi aja, tapi beneran membuat kamu nyaman dan cinta sama diri kamu sendiri. It's not exactly them who you love, but you. You love them because of the way they made you feel about yourself. Kamu cinta sama dia bukan karena 'dia'-nya aja as a person, tapi karena dia bisa bikin kamu cinta dan sayang sama diri kamu. Begitupun sebaliknya. It's suppossed to be mutual

Jadi kesimpulannya, What is Love exactly? The indicators? Mereka yang bikin kita cinta sama diri sendiri.

Menurutku cinta ngga seharusnya membuat kita jadi ketergantungan. Cinta harusnya mendukung kita buat tumbuh, terus, untuk jadi orang yang lebih baik. Bukan kontrol yang mengatur, tapi yang menginspirasi. Bukan sekedar motivasi, tapi juga menggerakkan.

Get it?

Postingan populer dari blog ini

Rusli Punya Mimpi

My Twilight Girlie Era Is Back!

Nyatanya, Keputusan Bukan Soal Pilihan, tapi Soal Risiko Mana yang Lebih Bisa Kita Terima