Humbled
Belakangan ini aku merasa di- humbled sama, Allah. Aku, yang merasa sangat strategis dan a good planner ini ternyata pada akhirnya juga tidak bisa melangkahi kuasa Allah. Bukannya aku pernah punya niat untuk melangkahi, ya. Sedikit pun nggak pernah. Tapi aku harus mengakui kalo aku cukup arogan selama beberapa waktu untuk merasa yakin bahwa "yang aku mau" tanpa melibatkan kehendak, izin, restu, dan ridho Allah, tuh, bisa asalkan ya ... aku merasa bisa aja. Secara logika, aku pasti bisa. Aku seyakin dan sepengen itu. Secara kapasitas soft skill maupun hard skill, aku bisa. Pokoknya secara rasional aku pasti bisa. Dan aku pun percaya diri. Tapi untungnya, saat aku lagi di puncak arogansiku, dipuncak keyakinanku kalo aku akan bisa menaklukan gunung, Allah banting keyakinanku itu semudah membalikkan telapak tangan. Tiba-tiba semuanya jungkir balik. Aku, yang sebelumnya merasa mentally 'yakin', bisa dibuat langsung meragukan semuanya, meragukan diriku sendiri, aku merasa...