Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Sampai Kapan Bunga Itu Akan Hidup?

Seorang anak perempuan berjongkok di tanah, dengan kedua lengannya memeluk kedua lututnya. Kurang lebih, ia sudah berdiam diri tanpa bergerak di posisi itu selama ... entahlah? Mungkin lebih dari dua jam. Orang-orang dewasa di sekitarnya, juga anak-anak yang melewatinya saat akan pergi dan pulang bermain, memandangnya keheranan. Tapi tidak ada yang cukup penasaran hingga tergerak untuk mencari tahu, apa yang sedang anak perempuan itu lakukan. Namun, ketiadaan seorangpun yang datang untuk mengganggu perhatiannya itulah salah satu hal yang membuat anak perempuan itu terus terdiam di tempatnya, menatap setangkai kecil bunga merah muda pucat yang tumbuh sendirian dari sela-sela retakan batu. Di sekolah, anak itu diajarkan bahwa tanaman tumbuh dari biji yang ditanam di tanah. Memang, ada beberapa tanaman yang bisa tumbuh melalui media tanam lain, namun tak banyak tanaman yang bisa menembus batu, kan? Saat sedang berjalan-jalan sendirian, anak itu melihatnya dan ia memutuskan untuk memandang...

Social Norms Template vs Dilematic Idealism

Pertanyaannya, yang mana yang sedang kamu jalani? Dan harusnya, yang mana yang harus dijalani? Aku mungkin masih muda. Cuma 24 tahun pengalaman hidup. Masih sangat idealis dan aku pikir aku akan tetap menjadi idealis keras kepala. Tapi aku tahu, aku akan selalu memilih kerja untuk hidup . Dan objektifnya, kayanya idealisnya, normalnya, memang gitu. Karena, memang apalagi tujuan kerja kalo bukan untuk dapat uang lalu melanjutkan hidup? Di dunia yang kapitalis ini, dimana semuanya diukur dari uang, harga, memuakkan. Hidup kita semua rasanya kaya dikutuk untuk fit in dengan cetakan kapitalisme yang membuat kita seolah-olah ngga punya pilihan lain selain menjadi bagian dari kapitalisme itu sendiiri. "Nggak usah munafik, semua butuh uang" . Bukan munafik. Tapi dont you think its silly, gimana kita dipaksa untuk memandang uang sebagai segalanya? Sebagai akar dan solusi dari sebuah masalah at the same time. Semuanya soal uang, uang, uang, uang, terus. Seolah hidup itu tujuannya untu...

[TARGET] Apa yang Harus Aku Tulis?

Tulisan ini ditulis dalam rangka aku menulis "blogging" di To Do List-ku.  Sebenarnya aku sudah sangat-sangat-sangat mengantuk and actually aku gatau mau nulis apa. Boleh ngga sih, ngga usah nyelesaiin To Do List dulu untuk hari ini? Cause i feel TIRED. Apa yang harus kita bicarakan? AHA! Sepertinya aku tahu. Mari membahas tentang: TARGET. Aku pernah baca di suatu tempat kalau manusia itu dianjurkan untuk selalu punya tujuan dan target. Punya sesuatu yang diinginkan, diusahakan, dan dikejar dalam hidupnya. At first thought, aku memaknai anjuran itu sebagai "ambis" dan menurutku pada saat itu, ambis isn't a good thing. Kaya ... konotasinya negatif aja gitu. Tapi belakangan ini, aku merasa kaya ... iya juga ya? Aku menyadari kalau lately aku merasa kaya hilang arah, kaya ngga punya tujuan pasti. Beberapa waktu lalu aku interview dan ada pertanyaan tentang kegagalan. Jujur, aku bingung cara jawabnya. Bukannya aku ngga pernah merasa gagal, tapi aku selalu menganggap...