You Deserve It, Captain Salazar!
Hear me.
Kemarin aku baru aja selesai maraton rewatch Pirates of the Caribbean 1-5 dan ... Well, actually, I have a lottt to say. Tapi untuk yang satu ini got me emotional and annoyed!
Bacalah aku menghibah, mengeluh, menghujat, dan membicarakan The Captain of The Silent Mary, The Dead Man, Captain Armando Salazar!
I can tell you, I HATE HIMApakah aku harus memperkenalkan dia di tulisan ini? Harusnya iya. Tapi aslinya aku malas.
Kapten Armando Salazar ini kapten dari armada laut Spanyol ceritanya. Mungkin dia bisa dibilang setara sama James Norrington yang mimpin armada laut Inggris? (Aku ngga tau sih apakah Commodor dan Captain itu jabatan yang setara atau ngga) Intinya dia adalah pemimpin dari armada laut Spanyol, memimpin kapal yang namanya Silent Mary, dan dia terobsesi untuk membantai semua bajak laut di lautan Eropa.
He's doing his job passionately. Objectively, that's integrity and responsibility.
Suatu hari dia udah membantai dan menghancurkan banyak kapal bajak laut sampai akhirnya cuma tersisa kapal yang waktu itu dinaikin sama Jack Sparrow. Jack waktu itu masih muda dan belum jadi kapten. Tapi dia kan memang karakternya cerdik out of the box gitu kan. Akhirnya dia berhasil ngakalin Kapten Salazar supaya berhenti nyerang dengan cara apa? Bikin kapalnya nabrak karang, meledak, lalu tenggelam bersama dengan semua orang di dalamnya. Instant killing.
Dead man tale no tales, yet he tells.
Lalu apa yang membuat aku kesal?
Yang membuat aku merasa konyol dan kesal mampus adalah karena setelah kapalnya karam, Armando Salazar ini bukannya mati dengan tenang, dia malah jadi hantu karena dendam kesumatnya sama Jack Sparrow. Dia dendam karena, karena Jack, aku dan SEMUA ANAK BUAHKU MATI. Emang salah Jack? Kan dia sendiri yang memilih untuk nurutin egonya dengan ngejar kapalnya Jack? Iya sih dia kerja, tapi dia itu bener-bener membantai bajak laut (yang harusnya, objektifnya emang harusnya ditiadakan) dengan penuh passion dan obsesi gitu loh. Alias ya dia menghabisinya dalam rangka nurutin ego aja. Lalu tersisa satu - kapal yang ada Jack-nya - terus dia kena kibul, masuk jebakan, mati. Aku pengen bilang, yeah, that's life, Bro. Kenapa dia melimpahkan dendam kematian dia ke Jack? Kocaknya lagi, dia berkali-kali membahas soal betapa jahatnya Jack karena membunuh awak kapalnya dia. Lah? Resiko kerja? Lagian siapa yang memimpin armada? Kan dia? Actually, for me, he sounded like someone - seseorang yang tau dia salah tapi egonya terlalu besar untuk mengakui kalo dia salah. Jujur, sepanjang film aku merasa gini.
Menyenangkannya, dugaanku benar di akhir film. Karena, di akhir film, kutukan mereka terangkat, lalu mereka semua berubah jadi manusia di tengah-tengah laut yang terbelah. Jadi mereka yang udah pada mati ini jadi hidup lagi (nggak usah bahas nggak masuk akalnya, film ke-5 ini emang fantasinya tanpa aturan dan itu salah satu hal lain yang membuat aku benci film ini. Mure banget) saat di tengah laut. Terus bukannya berusaha menyelamatkan awak kapalnya yang katanya dia sayang itu, si Armando Salazar ini malah berusaha menyelamatkan dirinya sendiri. Aku nggak tahu sih dia berusaha menyelamatkan diri atau berusaha membunuh Jack tapi intinya saat awaknya (yang katanya dia sangat sayang dan pedulikan) tertinggal, dia bodo amat. Bahkan setelah dia dipanggil-panggil sama ajudannya, "Capitan! Capitan!" NANGISS.
Mau ngomong kasar, tapi aku nggak tau siapa aja yang akan baca tulisan ini. Aku akan berusaha tetap sopan.
Coba lihat scene ini deh. Ini sangat heartbreaking buat aku. He betrayed THEM ALL
Kaya, selama bertahun-tahun kamu (Armando Salazar) jadi hantu karena nyimpen dendam sama satu-satunya bajak laut (dan masih muda) yang bisa ngalahin kamu dan menghancurkan egomu, tapi mati aja nggak cukup buat ngehancurin egomu. Kamu masih nyimpen dendam karena egomu yang hancur itu sampe kena kutukan jadi hantu bersama dengan anak buahmu. Seolah-olah bilang, "Kita harus balas dendam sama Jack Sparrow yang udah bikin kita kaya gini" Padahal jelas-jelas dirimu sendiri yang membuat kamu ... karam???
Payahnya lagi, kamu ngga cuma mengutuk dirimu, tapi your whole crew! Dan untuk apa? Untuk pada akhirnya, sekali lagi, kamu menewaskan mereka sekaligus mengecewakan mereka dan mengantarkan mereka ke kematiannya.
You never care about your crew. It's your ego. Your god damn ego curse them all.
Sejujurnya, aku butuh kematian yang lebih menyakitkan buat Armando Salazar. Aku butuh scene dia tewas. Nggak cuma jatuh doang. Malah dapetnya scene Barbosa meninggal.
Rate ku untuk film ini? Idk. 3/10?
Sebetulnya dari premis bagus. Alur? World rule? Akting? Pemeran? Konfliknya pun sebenernya agak maksa. Yang bagus dari film ini cuma kata-katanya, aktor seniornya, selebihnya menimbulkan, "hah apa sih maksa banget?"
If I'm being honest, actually, it doesn't feel Piraty kaya The OG 1, 2, dan 3. POTC ke-4 pun sebenernya udah agak berubah tapi masih lebih baiklah. Ini yang kelima rasanya kaya melihat Aslan masuk ke dalam ombak, "ngapain?"
Semoga Lessaro dan awak kapal lainnya tenang di alam baka karakter fiksi. Dan semoga Armando Salazar tetap tidak tenang. Kapten Payah!
[Still hauted with the voice, "Capitan! Capitan" and his gave up face, realizing his Capitant never actually cared about them]
Kalau aku pikir-pikir film ini harusnya dapet 4 sih. Tapi berkurang 1 karena Barbosa mati. Mending film ini ngga ada deh kataku daripada Barbossa meninggal. Alias, ngapain mereka naikin perkembangan karakternya Barbosa cuma buat bikin dia, apa? Mati? Gile aje, Lu, Ndro!
[Btw, aku sepertinya tergoda untuk belajar Bahasa Spanyol to get rid of his voice from my head, sih]
Oh, dan aku mau nambahin.
Itu si Salazar dendam kesumat cuma karena dibunuh (nggak cuma sih), apa dia ngga mikir ya tentang perompak-perompak yang dia bunuh? Nggak ada tuh yang se-alay dia dalam menyimpan dendam?? Ya kan?
