Rusli adalah seorang anak biasa seperti anak pada umumnya. Dia tidak terlalu kecil, tidak juga terlalu besar. Tidak terlalu lincah, ataupun terlalu pendiam. Tidak terlalu cerdas, tidak juga terlalu bodoh. Singkatnya, tidak ada hal apapun yang khusus pada dirinya, yang akan membuat orang-orang langsung menengok memperhatikan. Dia hanya anak biasa yang tumbuh di lingkungan yang juga biasa saja. Hingga, pada suatu ketika, Rusli hampir tertabrak truk. Tapi ia berhasil selamat karena Mbah Nunik menariknya tepat waktu. Waktu itu, usia Rusli baru sembilan tahun. Dengan mudahnya, orang-orang dewasa menganggapnya sebagai anak ceroboh , sementara teman-temannya menertawainya karena ketidak hati-hatiannya. Rusli juga ikut tertawa. Hanya Mbah Nunik yang punya pendapat berbeda, "Bocah iku nengah!" Ujarnya saat menyampaikan cerita versinya pada ibu Rusli. Ibu hanya tersenyum, menganggap Mbah Nunik terlalu khawatir. Mana mungkin ada orang yang membahayakan diri sendiri? Lagi pula, menurut i...